Sabtu, 22 September 2018

Laporan Hasil Observasi Pendidikan IPA SD


LAPORAN HASIL OBSERVASI
PENDIDIKAN IPA SD
DI SD NEGERI WONOKERTO 01 BATANG
Description: 11138637_693539424112829_1780076371704186979_n.jpg
Disusun Guna Memenuhi Tugas Individu Mata Kuliah Pendidikan IPA SD

Dosen Pengampu: Eka Titi Andaryani, S.Pd, M.Pd


Disusun Oleh:
Abdul Aziz
NIM 1401415322
Rombel 3D


PROGRAM STUDI PGSD
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2016
PRAKATA
Puji syukur Penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat, rahmat dan karunia-Nya, telah memberikan kemudahan dan kelancaran dari persiapan, proses observasi, analisis, hingga terselesaikannya penyusunan laporan observasi ini.
Penulis ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan terlibat selama kegiatan observasi ini dilaksanakan, diantarannya Kepada SD Negeri Wonokerto 01 Batang, Guru Kelas 3 dan siswa yang menjadi narasumber. Tidak lupa penyusun ucapkan terima kasih kepada Ibu Eka Titi Andaryani S.Pd, M.Pd selaku dosen pengampu dalam mata kuliah Pendidikan IPA SD yang telah memberikan arahan sebelum pelaksanaan observasi.
Harapan penulis semoga laporan observasi ini bermanfaat bagi penulis dan pembaca sebagai sumbangan pengethuan.

Tegal,  September 2016
Penulis

Abdul Aziz






PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Tugas utama guru dalam mewujudkan tujuan pendidkan di sekolah adalah mengembangkan pembelajaran yang efektif. Untuk menyelenggarakan kegiatan pembelajaran efektif, guru (calon guru) harus memahami terlebih dahulu pengetahuan dan pengalaman tentang pembelajaran yang efektif. Menurut Yulaelawati (2004:80) proses pembelajaran melibatkan kelima alat indera (pencium, peraba, perasa, pendengar, dan penglihatan), otak serta otot. Keadaan lingkungan akan memberikan situasi stimulus atau rangsangan yang berpengaruh dalam penyimpanan pengetahuan sebagai ingatan. Hal penting yang menjadi pelajaran bagi guru (calon guru) adalah bahwa peserta didik SD merupakan seseorang yang aktif. Seorang guru yang konstruktif adalah senang menyediakan lingkungan belajar dan meyakini bahwa eksplorasi lingkungan dan interaksi yang terjadi dapat membentuk yang akan berkembang. Oleh karena itu guru (calon guru) harus mengetahui berbagai perangkat pembelajaran, model pembelajaran, serta metode-metode yang baik dan saling terkait serta mendukung dalam proses pembelajaran, sehingga tercipta suatu pembelajaran yang efektif, menarik, membuat siswanya aktif dan sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Untuk mengetahui implementasi pembelajaran di Sekolah Dasar khususnya mata pelajaran IPA, observer melakukan kegiatan observasi di SD Negeri Wonokerto 01 Batang pada kelas 3 Tahun Ajaran 2016/2017. Dengan dilakukannya kegiatan observasi ini diharapkan kita sebagai calon guru dapat mengetahui bagaimana seorang guru mempersiapkan apa saja yang diperlukan dalam proses pembelajaran sehingga dapat mengetahui bagaimana mengajar pada peserta didiknya yang baik dan benar, kemudian dapat kita terapkan ketika mengajar nanti.


B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, permasalahan yang akan dibahas dalam laporan observasi ini adalah: bagaimanakah implementasi proses pembelajaran IPA kelas 3 SD Negeri Wonokerto 01 Batang.
C.    Tujuan Observasi
Berdasarkan rumusan masalah diatas, tujuan dari kegiatan observasi ini adalah menganalisis implementasi proses pembelajaran IPA kelas 4 SD Negeri Wonokerto 01 Batang.
D.    Metodologi Observasi
1.      Pelaksanaan Observasi:
a.       Tempat Observasi
Kegiatan observasi ini dilakukan di SD Negeri Wonokerto 01 Batang, tempat pelaksanaan observasi di ruang kelas 4.
b.      Pelaksanaan Observasi
1)      Penentuan sekolah yang akan di observasi dan penyerahan surat tugas.
-     Hari                    : Jum’at
-     Tanggal              : 8 September 2016
-     Waktu                : 08.00 – selesai
2)      Pelaksanaan Kegiatan Observasi
-       Hari        : Sabtu
-       Tanggal  : 10 September 2016
-       Waktu    : 09.00 – selesai
c.       Objek Observasi
Objek pengamatan pada observasi ini adalah Kegiatan Belajar Mengajar mata pelajaran IPA. Subjek yang menjadi pengamatan adalah guru dan siswa kelas di Kelas 3 SD Negeri Wonokerto Batang.
2.      Metode Pengumpulan Data
Metode yang digunakan observer dalam pengumpulan data laporan observasi ini adalah metode pengamatan langsung dan wawancara (interview). Pengamatan langsung yaitu metode pengumpulan data dengan mengamati langsung pembelajaran IPA di dalam kelas. Sedangkan metode wawancara (interview) merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mewawancarai narasumber secara  langsung atau dengan cara tanya jawab terkait dengan objek yang akan diambil datanya dalam laporan observasi.
























ISI

A.    Data Fisik Sekolah
1.      Nama sekolah           : SD Negeri Wonokerto 01
2.      Kepala Sekolah         :  Slamet Sudarso, S.Pd. SD
3.      Guru Kelas 3             :  Darini, S.Pd
4.      Jumlah Siswa            : 20 siswa, putra 12 anak dan putri 8 anak

B.     Kurikulum yang diterapkan
1.      Landasan teori
KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun, dikembangkan, dan dilaksanakan oleh setiap satuan pendidikan dengan memperhatikan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dikembangkan Badan Standar Nasional Pendidikan ( BSNP ). Konsep Dasar KTSP. Dalam Standar Nasonal Pendidikan (SNP Pasal 1, ayat 15) dikemukakan bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. Penyusunan KTSP dilakukan oleh satuan pendidikan dengan memperhatikan dan berdasarkan standar kompetensi serta kompetensi dasar yang dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). KTSP disusun dan dikembangkan berdasarkan Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 36 ayat 1), dan 2) sebagai berikut:
1.Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
2.Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik.
Beberapa hal yang perlu dipahami dalam kaitannya dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) adalah sebagai berikut: KTSP dikembangkan sesuai dengan kondisi satuan pendidikan, potensi dan karakteristik daerah, serta social budaya masyarakat setempat dan peserta didik. Sekolah dan komite sekolah mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan, dibawah supervise dinas pendidikan kabupaten/kota, dan departemen agama yang bertanggungjawab di bidang pendidikan.
2.      Hasil Observasi
SD  Negeri Wonokerto 01 adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Penggunaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dinilai para guru cukup mudah dalam peneyampaian materi kepada siswa dan sistem penilaian yang sudah dipahami oleh para guru. Pembelajaran yang digunakan pada kurikulum ini juga sangat efektif, karena Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan mengedepankan penanaman konsep awal yang matang kepada para siswa. Kemudian dari segi siswa, para siswa lebih mudah menerima pembelajaran. Hal ini karena perangkat pembelajaran yang ada seperti buku pelajaran memuat materi yang lengkap. Berbeda dengan buku pelajaran pada Kurikulum 2013 yang tidak membubuhkan konsep awal secara mendetail. Lalu penggunaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SD Negeri Wonokerto 01 lebih memudahkan para orang tua untuk mengetahui sistem penilaian pada pembelajaran. Sehingga orang tua mengetahui pencapaian prestasi anaknya. Di SD Negeri Wonokerto 01 pada tahun pelajaran 2014/2015 pernah menggunakan kurikulum 2013, namun kurikulum ini digunakan dan berjalan hanya satu semester yakni semester gasal. Perubahan penggunaan kurikulum ini juga telah mempertimbangkan beberapa faktor yang mengharuskan perubahan kurikulum menjadi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Hal-hal yang menyebabkan tidak diberlakukannya kurikulum 2013 di SD Negeri Wonokerto 01 yaitu dari segi guru pengajar kurang menguasai dalam sistem penilaian yang menurut salah satu guru cukup membingungkan dan sulit.
C.    Perangkat Pembelajaran
1.      Landasan teori
Perangkat pembelajaran menggunakkan silabus dan RPP.
·      Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi , kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian.
Silabus merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tentang kegiatan pembelajaran, pengelolaan kelas, dan penilaian hasil belajar.
·      Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan dijabarkan dalam silabus.  Lingkup Rencana Pembelajaran paling luas mencakup satu kompetensi dasar yang terdiri atas satu indicator atau beberapa indicator untuk satu kali pertemuan atau lebih.
RPP merupakan persiapan yang harus dilakukan guru sebelum mengajar. Persiapan disini dapat diartikan persiapan tertulis maupun persiapan mental, situasi emosional yang ingin dibangun, lingkungan belajar yang produktif, termasuk meyakinkan pembelajar untuk mau terlibat secara penuh. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan silabus mempunyai perbedaan, meskipun dalam hal tertentu mempunyai persamaan. Silabus memuat hal-hal yang perlu dilakukan siswa untuk menuntaskan suatu kompetensi secara utuh, artinya di dalam suatu silabus adakalanya beberapa kompetensi yang sejalan akan disatukan sehingga perkiraan waktunya belum tahu pasti berapa pertemuan yang akan dilakukan. Sementara itu, rencana pelaksanaan pembelajaran adalah penggalan-penggalan kegiatan yang perlu dilakukan oleh guru untuk setiap pertemuan. Didalamnya harus terlihat tindakan apa yang perlu dilakukan oleh guru untuk mencapai ketuntasan kompetensi serta tindakan selanjutnya setelah pertemuan selesai.
2.      Hasil Observasi
Proses pembelajaran akan berjalan dengan baik apabila menggunakan sebuah urutan atau aturan yang telah dipersiapkan sebelum proses pembelajaran dimulai, Guru diharapkan telah menentukan strategi pembelajaran apa yang sesuai dengan keadaan peserta didiknya. Strategi pembelajaran dapat disusun dan dicantunkan dalam perangkat pembelajaran. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan pada kegiatan observasi, Guru Kelas 3 SD Negeri Wonokerto Batang menggunakan perangkat pembelajaran dalam implementasi proses pembelajarannya. Perangkat pembelajaran yang digunakan sebagai panduan untuk mengajar adalah silabus dan RPP. Dengan mengacu pada perangkat pembelajaran tersebut diharapkan tujuan pembelajaran dapat dicapai sesuai dengan harapan.
D.    Model Pembelajaran
1.      Landasan Teori
Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar mengajar tertentu yang berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas pembelajaran.
Model pembelajaran Kooperatif adalah model pembelajaran yang mengutamakan adanya kerjasama antara peserta didik dalam kelompok untuk mencapai tujuan pembelajaran.
2.      Hasil Observasi
Model pembelajaran IPA yang dilakukan guru kelas 3 SD Negeri Wonokerto adalah kooperatif, karena dalam pembelajaran guru lebih mengutamakan waktunya agar siswa berdiskusi kemudian juga siswa bersama-sama untuk menjawab lembar soal yang telah diberikan dari guru. Guru membagi tanggung jawab ke siswa secara individu ketika berdiskusi, ada yang bertugas untuk menulis, mencari sumber materi, membuat kesimpulan, dan membacakan hasil diskusi di depan kelas. Sehingga walaupun diskusi siswa mempunyai tanggung jawab sendiri-sendiri.
E.     Metode Pembelajaran IPA
1.      Landasan teori
Jenis metode dalam pembelajaran IPA antara lain:
·    Metode Penugasan
Metode ini guru memberikan tugas kepada peserta didik sesuai dengan materi yang telah ditentukkan. Penugasan yang baik adalah bersifat menantang dan bersifat lentur sesuai dengan minat dan bakat murid.
·    Metode Diskusi
Metode pembelajaran yang kerap digunakan dalam IPA, karena sangat bermanfaat untuk membahas keberartian suatu data.
·    Metode tanya jawab
Metode ini untuk mengetahui peserta didik sejauh mana peserta didik mengerti dan mengingat tentang fakta yang dipelajari dan didengarnya.
·    Metode Ceramah
Metode yang paling dilakukan, karena metode ini guru hanya menyampaikan informasi dan siswa mendengarkan.
2.      Hasil Observasi
Metode pembelajaran merupakan cara yang digunakan oleh guru untuk mengimplementasikan rencana yang disusun dalam bentuk nyata dan praktis agar tercapainya tujuan pembelajaran. Metode pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran IPA di kelas 3 SD Negeri Wonokerto 01 saat kegiatan observasi berlangsung yaitu metode ceramah, tanya jawab, berdiskusi dengan teman sebangku dan penugasan akhir. Guru menggunakan metode ceramah dalam proses pembelajaran IPA karena disesuaikan dengan materi yang akan dibahas yaitu tentang Makhluk Hidup. Guru memberikan penjelasan terlebih dahulu sebagai pengantar dalam proses pembelajaran supaya peserta didik dapat memahami materi yang akan dipelajarinya. Setelah memberikan penjelasan, guru memberikan beberapa pertanyaan untuk mengetahui pengetahuan yang telah dimiliki oleh peserta didiknya. Selain menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Guru memberikan pertanyaan yang harus dijawab oleh peserta didik, agar guru dapat mengetahui sejauh mana tingkat penguasaan terhadap materi. Kemudian setelah metode tanya jawab guru menggunakkan metode diskusi antar teman yang terdiri dari 4 anak.
F.     Proses Pembelajaran IPA dan Suasana di dalam Kelas
Proses pembelajaran diawali dengan membaca basmallah bersama terlebih dahulu yang dipimpin oleh ketua kelas. Setelah itu selesai, guru mengawali proses pembelajaran dengan mengabsen kehadiran peserta didik. Pertama, guru kelas meminta peserta didik untuk menyiapkan perlengkapan belajar mereka dan memberikan penjelasan tentang materi yang akan dikaji. Kegiatan inti diawali dengan penjelasan guru tentang materi pembelajaran melalui metode ceramah. Pada saat guru memberikan penjelasan materi anak sudah sedikit mengerti tentang materi, karena pada pertemuan sebelumnya guru sudah menyuruh anak untuk belajar terlebih dahulu, sehingga guru hanya menjelaskan dengan waktu yang singkat. Setelah itu guru menggunakkan metode tanya jawab, guru menanyakan kepada siswa tentang materi yang belum dipahami siswa. Kemudian siswa ada yang bertanya namun juga ada yang diam. Setelah metode tersebut selesai, guru menggunakan metode diskusi, siswa disuruh berkelompok yang terdiri dari empat anak, siswa pun langsung bergegas untuk membentuk kelompok dan duduk saling berhadap-hadapan sesama anggota kelompok. Kemudian guru memberikan soal sesuai dengan materi yang tadi dijelaskan dan yang sudah dipelajari siswa sebelumnya. Siswa langsung berdiskusi dengan kelompoknya, namun dalam diskusi tersebut lebih di dominasi dari siswa yang aktif, siswa yang pendiam hanya melihat saja. Setelah semuanya selesai kemudian guru memimpin untuk di bahas bersama-sama.
G.    Evaluasi Pembelajaran
1.      Landasan teori
Evaluasi adalah suatu proses yang sistematis untuk menentukkan atau membuat keputusan sampai sejauh mana tujuan-tujuan pengajar telah dicapai oleh siswa. Bentuk evaluasi dapat berupa tes maupun non tes.
2.      Hasil Observasi
Evaluasi yang dilakukan guru kelas 3 di SD Negeri Wonokerto Batang setelah proses pembelajaran dilakukan adalah dengan pemberian soal. Soal tersebut harus dikerjakan oleh peserta didik sebagai bentuk perbaikan.













PENUTUP
A.      Simpulan
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di SD Negeri  Wonokerto 01 Batang, diperoleh data:
1.         Dalam menerapkan proses pembelajaran, guru menggunakan perangkat pembelajaran sebagai kerangka acuan untuk mencapai tujuan pembelajaran.
2.         Metode dan media pembelajaran yang digunakan guru dalam proses pembelajaran IPA disesuaikan dengan materi yang akan diajarkan dan dibuat menarik agar siswa lebih mudah menguasai materi pembelajaran.
B.       Saran
Mata pelajaran IPA merupakan salah satu mata pelajaran pokok yang harus dikuasai oleh peserta didik. Guru harus menerapkan model, metode dan media pembelajaran yang tepat agar tujuan pembelajaran yang disusun dalam perangkat pembelajaran dapat tercapai dengan hasil yang memuaskan yaitu peserta didik dapat menguasai materi dalam pembelajaran.















DAFTAR PUSTAKA

Setijowati, Umi. 2016. Strategi Pembelajaran SD (Implementasi KTSP dan Kurikulum 2013). Yogyakarta: K-Media.
Sapriati, Amalia. dkk. 2009. Pembelajaran IPA di SD. Jakarta: Universtas Terbuka Kementrian Pendidikan nasional.




















Lampiran

A.    Silabus

B.     Evaluasi




C.    Proses Pembelajaran

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cerita Motivasi Kisah Pribadi

Perjuangan Seorang “Kuli Bangunan untuk Kuliah” Berdasarkan kisah nyata pribadi Oleh : Abdul Aziz Saya tidak pernah menyangka sa...