KATA
PENGANTAR
Puji syukur
kami penjatkan kehadirat Allah SWT, yang atas rahmat-Nya sehingga kami dapat
menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
di Sekolah ”.
Penyusunan makalah merupakan salah satu tugas yang
diberikan dalam mata kuliah Promosi Kesehatan. Selesainya penyusunan ini berkat
bantuan dari berbagai pihak oleh karena itu, pada kesempatan ini kami sampaikan
terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada yang terhormat Ibu
serta
segenap jajarannya yang telah memberikan kemudahan-kemudahan baik berupa moril
maupun materil selama proses belajar
mengajar di Poltekkes Kemenkes Makassar.
Semoga Allah SWT memberikan balasan atas kebaikan
yang telah diberikan kepada kami. Kami menyadari tugas makalah ini masih jauh
dari sempurna oleh karena itu, kritik dan saran yang sifatnya konstruktif
sangat diharapkan oleh kami. Akhir kata kami berharap semoga tugas makalah ini
dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membacanya.
Tegal, 21 Agustus 2018
Tim Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perilaku
Hidup Bersih dan Sehat adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar
kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan individu/kelompok dapat
menolong dirinya sendiri dalam bidang kesehatan dan berperan aktif dalam
mewujudkan derajat kesehatan masyarakat. PHBS
disekolah adalah upaya untuk memberdayakan siswa, guru, dan masyarakat
lingkungan sekolah agar tahu, mau dan mampu mempraktikan PHBS, dan berperan
aktif dalam mewujudkan sekolah sehat. Menurut
Depkes RI (1997), Tujuan dari PHBS adalah untuk meningkatkan pengetahuan,
kesadaran, kemauan, dan kemampuan masyarakat untuk hidup bersih dan sehat,
serta meningkatkan peran serta aktif masyarakat termasuk dunia usaha dalam
upaya mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Munculnya
sebagai penyakit yang sering menyerang anak usia sekolah (usia 6-10), ternyata
umumnya berkaitan dengan PHBS. Oleh karena itu, penanaman nilai-nilai PHBS
disekolah merupakan kebutuhan mutlak dan dapat dilakukan melalui pedekatan
usaha kesehatan Sekolah (UKS).
Banyak penyakit dapat dihindari
dengan PHBS, mulai dari Diare, DBD, flu burung, atau pun flu babi yang
akhir-akhir ini marak. Salah satu faktor yang mendukung PHBS adalah kesehatan
lingkungan. Dua istilah penting dalam kesehatan lingkungan yang harus dipahami
dan diinterpretasikan sama oleh seluruh tenaga kesehatan yang terlibat agar
kegiatan yang dilakukan dapat berhasil dengan baik.
Lingkungan diartikan sebagai
akumulasi dari kondisi fisik, social, budaya, ekonomi dan politik yang
memengaruhi kehidupan dari komunitas tersebut. Sedangkan kesehatan dari suatu
komunitas bergantung pada integritas lingkungan fisik, nilai kemanusiaan dalam
hubungan social, ketersediaan sumber yang diperlukan dalam mempertahankan hidup
dan penaggulangan penyakit, mengatasi gangguan kesehatan secara wajar,
pekerjaan dan pendidikan yang dapat tercapai, pelestarian kebudayaan dan
toleransi terhadap perbedaan jenis, akses dari garis keturunan serta rasa ingin
berkuasa dan memiliki harapan.
Kesehatan lingkungan merupakan suatu
hal yang sangat penting dalam pelaksanaan perawatan komunitas. Maka guna
tercapainya keberhasilan intervensi perawatan komunitas perlu adanya pembahasan
khusus mengenai PHBS kesehatan lingkungan.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang
telah di kemukakan, maka rumusan masalah adalah:
1.
Apa pengertian PHBS di sekolah?
2.
Apa tujuan PHBS di sekolah?
3.
Apa manfaat PHBS di sekolah?
4.
Siapa sasaran PHBS?
5.
Bagaimana indikator PHBS?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian PHBS di Sekolah
PHBS di sekolah adalah upaya untuk
memberdayakan siswa guru dan masyarakat lingkungan sekolah agar tau, mau dan
mampu mempratikkan PHBS dan berperan aktif dalam mewujudkan sekolah sehat.
Perilaku hidup bersih dan sehat juga merupakan sekumpuilan perilaku yang
dipraktikkan oleh peserta didik, guru dan masyarakat lingkungan sekolah atas
dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, sehingga secara mandiri mampu
mencegah penyakit, meningkatkan kesehatannya, serta berperan aktif dalam
mewujudkan lingkungan sehat.
B. Tujuan PHBS di Sekolah
Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di sekolah mempunyai tujuan yakni :
1.
Tujuan Umum
Memperdayakan setiap siswa, guru dan masyarakat
lingkungan sekolah agar tau, mau dan
mampu menolong diri sendiri di bidang kesehatan dengan menerapkan PHBS dan
berperan aktif dalam mewujudkan sekolah sehat.
2.
Tujuan Khusus
-
Meningkatkan pengetahuan tentang PHBS bagi setipa
siswa, guru dan masyarakat di lingkungan sekolah berPHBS di sekolah.
-
Memandirikan setiap siswa, guru dan masyarakat
lingkungan sekolah ber PHBS.
C. Manfaat PHBS di Sekolah
1.
Manfaat bagi siswa
a.
Meningkatkan kesehatannya dan tidak mudah sakit
b.
Meningkatkan semangat belajar
c.
Meningkatkan produktivitas belajar
d.
Menurunkan angka absensi karena sakit
2.
Manfaat bagi warga sekolah :
a.
Meningkatkan semangat belajar siswa berdampak positif
terhadap pencapaian target dan tujuan
b.
Menurunnya biaya kesehatan yang harus dikeluarkan oleh
orangtua
c.
Meningkatnya citra sekolah yang positif
3.
Manfaat bagi sekolah :
a.
Adanya bimbingan teknis pelaksanaan pembinaan PHBS di
sekolah
b.
Adanya dukungan buku pedoman dan media promosi PHBS di
sekolah
4.
Manfaat bagi masyarakat :
a.
Mempunyai lingkungan yang sehat
b.
Dapat mencontoh perilaku hidup bersih dan sehat yang
diterapkan oleh sekolah
5.
Manfaat bagi pemerintah, Provinsi/Kabupaten/Kota :
a.
Sekolah yang sehat menunjukkan kinerja dan citra
pemerintah provinsi/kabupaten/kota yang sehat
b.
Dapat dijadikan pusat pembelajaran bagi daerah lain
dalam pembinaan PHBS di sekolah
D. Sasaran PHBS di Sekolah
Sasaran PHBS di institusi pendidikan
adalah seluruh warga institusi pendidikan yang terbagi dalam :
1.
Sasaran Primer
Sasaran utama dalam institusi pendidikan yang akan di
rubah perilakunya atau murid dan guru yang bermasalah (individu/kelompok dalam
institusi pendidikan yang bermasalah).
2.
Sasaran Sekunder
Sasaran yang mempengaruhi individu dalam institusi
pendidikan yang bermasalah misalnya, kepala sekolah, guru, orangtua murid,
kader kesehatan sekolah, tokoh masyarakat, petugas kesehatan dan lintas sector
terkait.
3.
Sasaran Tersier
Merupakan sasaran yang diharapkan menjadi pembantu
dalam, mendukung pendanaan, kebijakan, dan kegiatan untuk tercapainya
pelaksanaan PHBS di institusi pendidikan seperti, kepala desa, lurah, camat,
kepala puskesmas, diknas, guru, tokoh masyarakat dan orangtua murid.
E. Indikator
PHBS
1.
Di tempat Umum :
a.
Mencuci tangan dengan air
yang mengalir dan memakai sabun
b.
Mengkonsumsi jajanan sehat
di kantin sekolah
c.
Menggunakan jamban yang
bersih dan sehat
d.
Olahraga yang teratur dan
terukur
e.
Memberantas jentik nyamuk
f.
Tidak merokok di sekolah.
g.
Menimbang berat badan dan
mengukur tinggi badan setiap bulan.
h.
Membuang sampah pada
tempatnya
2.
Di sekolah :
a.
Memelihara Rambut Agar
Bersih dan Rapih
Mencuci rambut secara teratur dan menyisirnya sehingga
terlihat rapih. Rambut yang bersih adalah rambut yang tidak kusam, tidak
berbau, dan tidak berkutu. Memeriksa kebersihan dan kerapihan rambut dapat
dilakukan oleh dokter kecil/kader kesehatan/guru UKS minimal seminggu sekali.
b.
Memakai Pakaian Bersih dan
Rapih
Memakai baju yang tidak ada kotorannya, tidak berbau,
dan rapih. Pakaian yang bersih dan rapih diperoleh dengan mencuci baju setelah
dipakai dan dirapikan dengan disetrika. Memeriksa baju yang dipakai dapat
dilakukan oleh dokter kecil/kader kesehatan/guru UKS minimal seminggu
sekali.
c.
Memelihara Kuku Agar Selalu
Pendek dan Bersih
Memotong kuku sebatas ujung jari
tangan secara teratur dan membersihkannya sehingga tidak hitam/kotor. Memeriksa
kuku secra rutin dapat dilakukan oleh dokter kecil/kader kesehatan/guru UKS
minimal seminggu sekali.
d.
Memakai Sepatu Bersih dan
Rapih
Memakai sepatu yang tidak ada
kotoran menempel pada sepatu, rapih misalnya ditalikan bagi sepatu yang
bertali. Sepatu bersih diperoleh bila sepatu dibersihkan setiap kali sepatu
kotor. Memeriksa sepatu yang dipakai siswa dapat dilakukan oleh dokter
kecil/kader kesehatan/guru UKS minimal seminggu sekali.
e.
Berolahraga Teratur dan
Terukur
Siswa/Guru/Masyarakat sekolah
lainnya melakukan olahraga/aktivitas fisik secara teratur minimal tiga kali
seminggu selang sehari. Olahraga teratur dapat memelihara kesehatan fisik dan
mental serta meningkatkan kebugaran tubuh sehingga tubuh tetap sehat dan tidak
mudah jatuh sakit. Olahraga dapat dilakukan di halaman secara bersama-sama, di
ruangan olahraga khusus (bila tersedia), dan juga di ruangan kerja bagi guru/
karayawan sekolah berupa senam ringan dikala istirahat sejenak dari kesibukan
kerja. Sekolah diharapkan membuat jadwal teratur untuk berolahraga bersama
serta menyediakan alat/sarana untuk berolahraga.
f.
Tidak Merokok di Sekolah
Anak sekolah/guru/masyarakat
sekolah tidak merokok di lingkungan sekolah. Merokok berbahaya bagi kesehatan
perokok dan orang yang berada di sekitar perokok. Dalam satu batang rokok yang
diisap akan dikeluarkan 4000 bahan kimia berbahaya diantaranya: Nikotin
(menyebabkan ketagihan dan kerusakan jantung serta pembuluh darah); Tar
(menyebabkan kerusakan sel paru-paru dan kanker) dan CO (menyebabkan
berkurangnya kemampuan darah membawa oksigen sehingga sel-sel tubuh akan mati).
Tidak merokok di sekolah dapat menghindarkan anak sekolah/guru/masyarkat
sekolah dari kemungkinan terkena penyakit-penyakit tersebut diatas. Sekolah
diharapkan membuat peraturan dilarang merokok di lingkungan sekolah.
Siswa/guru/masyarakat sekolah bisa saling mengawasi diantara mereka untuk tidak
merokok di lingkungan sekolah dan diharapkan mengembangkan kawasan tanpa
rokok/kawasan bebas asap rokok.
g.
Tidak Menggunakan NAPZA
Anak sekolah/guru/masyarkat
sekolah tidak menggunakan NAPZA (Narkotika Psikotropika Zat Adiktif).
Penggunaan NAPZA membahayakan kesehatan fisik maupun psikis pemakainya.
h.
Memberantas Jentik Nyamuk
Upaya untuk memberantas jentik di
lingkungan sekolah yang dibuktikan dengan tidak ditemukan jentik nyamuk pada:
tempat-tempat penampungan air, bak mandi, gentong air, vas bunga, pot
bunga/alas pot bunga, wadah pembuangan air dispenser, wadah pembuangan air
kulkas, dan barang-barang bekas/tempat yang bisa menampung air yang ada di
sekolah. Memberantas jentik di lingkungan sekolah dilakukan dengan
pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui kegiatan: menguras dan menutup
tempat-tempat penampungan air, mengubur barang-barang bekas, dan menghindari
gigitan nyamuk. Dengan lingkungan bebas jentik diharapkan dapat mencegah
terkena penyakit akibat gigitan nyamuk seperti demam berdarah, cikungunya,
malaria, dan kaki gajah. Sekolah diharapkan dapat membuat pengaturan untuk
melaksanakan PSN minimal satu minggu sekali.
i.
Menggunakan Jamban yang
Bersih dan Sehat
Anak sekolah/guru/masyarakat
sekolah menggunakan jamban/WC/kakus leher angsa dengan tangki septic atau
lubang penampungan kotoran sebagai pembuangan akhir saat buang air besar dan
buang air kecil. Menggunakan jamban yang bersih setiap buang air kecil ataupun
buang air besar dapat menjaga lingkungan di sekitar sekolah menjadi bersih,
sehat, dan tidak berbau. Disamping itu tidak mencemari sumber air yang ada
disekitar lingkungan sekolah serta menghindari datangnya lalat atau serangga
yang dapat menularkan penyakit seperti: diare, disentri, tipus, kecacingan, dan
penyakit lainnya. Sekolah diharapkan menyediakan jamban yang memenuhi syarat
kesehatan dalam jumlah yang cukup untuk seluruh siswa serta terpisah antara
siswa laki-laki dan perempuan. Perbandingan jamban dengan pemakai adalah 1:30
untuk laki-laki dan 1:20 untuk perempuan
j.
Menggunakan Air Bersih
Anak sekolah/guru/masyarakat
sekolah menggunakan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari di lingkungan
sekolah. Sekolah diharapkan menyediakan sumber air yang bisa berasal dari air
sumur terlindung, air pompa, mata air terlindung, penampungan air hujan, air
ledeng, dan air dalam kemasan (sumber air berasal dari smur pompa, sumur, mata
air terlindung berjarak minimal 10 meter dari tempat penampungan kotoran atau
limbah/WC). Air diharapkan tersedia dalam jumlah yang memenuhi kebutuhan dan
tersedia setiap saat.
k.
Mencuci Tangan dengan Air
Mengalir dan Memakai Sabun
Sekolah/guru/masyarakat sekolah
selalu mencuci tangan sebelum makan, sesudah buang air besar/sesudah buang air
kecil, sesudah beraktivitas, dan atau setiap kali tangan kotor dengan memakai
sabun dan air bersih yang mengalir. Air bersih yang mengalir akan membuang
kuman-kuman yang ada pada tangan yang kotor, sedangkan sabun selain
membersihkan kotoran juga dapat membunuh kuman yang ada di tangan. Diharapkan
tangan menjadi bersih dan bebas dari kuman serta dapat mencegah terjadinya
penularan penyakit seperti: diare, disentri, kolera, tipus, kecacingan,
penyakit kulit, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan flu burung.
l.
Membuang Sampah ke Tempat
Sampah yang Terpilah
Anak sekolah/guru/masyarakat sekolah
membuang sampah ke tempat sampah yang tersedia. Diharapkan tersedia tempat
sampah yang terpilah antara sampah organik, non-organik, dan sampah bahan
berbahaya. Sampah selain kotor dan tidak sedap dipandang juga mengandung
berbagai kuman penyakit. Membiasakan membuang sampah pada tempat sampah yang
tersedia akan sangat membantu anak sekolah/guru/masyarakat sekolah terhindar
dari berbagai kuman penyakit.
m. Mengkonsumsi jajanan sehat dan bersih di kantin
Anak sekolah/guru/masyarakat
sekolah mengkonsumsi jajanan sehat dari kantin/warung sekolah atau bekal yang
dibawa dari rumah. Sebaiknya sekolah menyediakan warung sekolah sehat dengan
makanan yang mengandung gizi seimbang dan bervariasi, sehingga membuat tubuh
sehat dan kuat, angka absensi anak sekolah menurun, dan proses belajar berjalan
dengan baik.
n.
Menimbang Berat Badan dan
Mengukur Tinggi Badan Setiap Bulan
Siswa ditimbang berat badan dan
diukur tinggi badan setiap bulan agar diketahui tingkat pertumbuhannya. Hasil
penimbangan dan pengukuran dibandingkan dengan standar berat badan dan tinggi
badan sehingga diketahui apakah pertumbuhan siswa normal atau tidak normal.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan yang telah
dikemukakan, maka kesimpulannya adalah :
1.
PHBS di sekolah adalah upaya untuk memberdayakan siswa
guru dan masyarakat lingkungan sekolah agar tau, mau dan mampu mempratikkan
PHBS dan berperan aktif dalam mewujudkan sekolah sehat.
2.
Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di sekolah
mempunyai tujuan yakni :
a.
Tujuan Umum
b.
Tujuan Khusus
3.
Manfaat PHBS di sekolah :
a.
Manfaat bagi siswa
b.
Manfaat bagi warga sekolah
c.
Manfaat bagi sekolah
d.
Manfaat
4.
Beberapa sasaran PHBS di sekolah ialah :
a.
Sasaran sekunder
b.
Sasaran Tersier
c.
Sasaran Primer
5.
Indikator PHBS :
a.
Di tempat umum
b.
Di sekolah
DAFTAR PUSTAKA
http
://www.asho-aceh.org/artikel/Training%20module-HEALTH/PHBS.
Sumijatun,et al.2005. Konsep Dasar Keperawatan
Komunitas.Jakarta : EGC
Tidak ada komentar:
Posting Komentar