Minggu, 16 September 2018

Makalah Sistem Transportasi pada Manusia Materi IPA SD


MAKALAH KONSEP DASAR IPA LANJUT
SISTEM TRANSPORTASI PADA MANUSIA
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas kelompok mata kuliah Konsep Dasar IPA Lanjut
Dosen Pengampu : Daroni

Disusun Oleh :
Itha Malikhatun                       (1401415161)
Andrean Andreani                   (1401415203)
Abdul Aziz                              (1401415322)
Nur Lu’lu Fakhriyah                (1401415454)
Oktaviyanti Indah N              (1401415461)
Rombel : 2D




PROGRAM STUDI PGSD
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UMIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2016

PRAKATA
            Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat, rahmat dan ridho-Nya, kami berhasil menyelesaikan makalah yang berjudul ”SISTEM TRANSPORTASI PADA MANUSIA’’ Penulisan makalah ini adalah salah satu tugas mata kuliah Konsep Dasar IPA Lanjut di jurusan S1 PGSD UPP Tegal Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang.
            Terima kasih kepada Bapak Daroni yang telah membimbing kami dalam pembuatan makalah ini.
            Dalam penulisan makalah ini kami merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki kami. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.
           
            Akhirnya kami berharap semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan imbalan yang setimpal pada mereka yang telah memberikan bantuan, dan dapat menjadikan semua bantuan ini sebagai ibadah, Amin…

Tegal, 18 April 2016



PENULIS











DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL............................................................................... i
KATA PENGANTAR................................................................................ ii
DAFTAR ISI............................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................... 1
A.    Latar Belakang................................................................................. 1
B.     Rumusan Masalah............................................................................ 1
C.     Tujuan .............................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN............................................................................ 2
1.      Komponen Sistem Peredaran Darah................................................ 2
2.      Sistem Peredaran Darah................................................................... 13
3.      Kelainan pada Sistem Peredaran Darah........................................... 14
4.      Teknologi Sistem Peredaran Darah.................................................. 15
BAB III PENUTUP.................................................................................... 16
1.      Simpulan                                                                                           16
DAFTAR PUSTAKA................................................................................. 17
































BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
            Dalam hidupnya, organisme memerlukan makanan dan oksigen untuk melangsungkan metabolisme. Proses metabolisme, selain menghasilkan zat-zat yang berguna juga menghasilkan sampah (zat sisa) yang harus dikeluarkan dari tubuh. Bahan-bahan yang diperlukan tubuh seperti makanan,oksigen, hasil metabolisme dan sisanya diangkut dan diedarkan didalama tubuh melalui sistem peredaran darah. Hasil pencernaan makanan dan oksigen diangkut dan diedarkan oleh darah keseluruh jaringan tubuh, sementara sisa-sisa metabolisme diangkut oleh darah dari seluruh jaringan tubuh menuju organ-organ pembuangan.
            Sistem transportasi merupakan system peredaran darah Manusia termasuk system peredaran darah tertutup. artinya darah mengalir pada pembuluh darah .  sistem peredaran pada manusia juga di sebut sistem peredaran darah rangkap , dalam satu kali edar, darah melewati jantung selama dua kali.saat darah mengalir pada paru-paru dan saat darah beredar menuju ke seluruh tubuh . peredaran darah dari  jantung menuju paru-paru dan kembali  ke jantung  di sebut  peredaran darah kecil.
2.      Rumusan Masalah
            Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut :
1.      Apa yang dimaksud dengan sistem transportasi ?
2.      Apa saja komponen sistem peredaran darah ?
3.      Bagaimana proses peredaran darah pada manusia ?
4.      Apa saja kelainan dan gangguan pada sistem peredaran darah manusia ?
5.      Apa saja teknologi yang digunakan pada sistem peredaran darah ?
3.      Tujuan
            Makalah ini dibuat dengan tujuan :
1.      Mengetahui tentang sistem transportasi pada manusia.
2.      Mengetahui komponen pada sistem peredaran darah.
3.      Mengetahui proses peredaran darah pada manusia.
4.      Mengetahui kelainan dan gangguan yang terjadi pada sistem peredaran darah manusia.
5.      Mengetahui teknologi yang digunakan pada sistem peredaran manusia.





BAB II
PEMBAHASAN
SISTEM  TRANSPORTASI  MANUSIA
            Sistem transportasi ialah proses pengedaran berbagai zat yang diperlukan ke seluruh tubuh dan pengambilan zat-zat yang tidak diperlukan untuk dikeluarkan dari tubuh. Sistem transportasi juga dibutuhkan pula untuk membawa zat-zat dari suatu organ ke organ lain yang membutuhkan. Sistem transportasi pada tubuh manusia meliputi sistem peredaran darah dan sistem peredaran getah bening. Komponen sistem peredaran darah manusia terdiri atas darah , jantung, dan pembuluh darah. Komponen sistem peredaran getah bening terdiri dari cairan limfa, pembuluh limfa  dan kelenjar limfa.
            Alat transportasi pada manusia terutama adalah darah. Di dalam tubuh darah beredar dengan bantuan alat peredaran darah yaitu jantung dan pembuluh darah. Selain peredaran darah, pada manusia terdapat juga peredaran limfe (getah bening) dan yang diedarkan melalui pembuluh limfe. Transportasi dilakukan oleh darah, cairan lymf (getah bening) dan cairan intraseluler. Darah manusia terdiri atas dua bagian yaitu sel darah dan cairan darah.
1.      Komponen Sistem Peredaran Darah
            Sistem peredaran darah pada manusia tersusun atas darah, pembuluh darah, dan jantung sebagai pusat peredaran darah.
A.    Darah
            Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup(kecuali tumbuhan) tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri. Istilah medis yang berkaitan dengan darah diawali dengan kata hemo- atau hemato- yang berasal dari bahasa Yunani haima yang berarti darah[1].
            Darah adalah jaringan terspesialisasi yang mencakup cairan kekuningan atau plasma darah yang didalam nya terkandung sel-sel darah. Sel-sel darah terdiri dari sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit ) dan keping darah (trombosit).
             Komposisi plasma dalam darah sekitar 55%, sedangkan sel-sel darah dan trombosit sekitar 45%. Sel dan keping darah lebih berat dibandingkan plasma sehingga dapat di pisahkan melalui prosedur yang di sebut sentrifugasi. (Marieb 2004; Solomonet al.2005)[2].
            Fungsi darah, yaitu sebagai berikut :
1.      Mengedarkan sari makanan ke seluruh tubuh yang dilakukan oleh plasma darah.
2.       Mengangkut sisa oksidasi dari sel tubuh untuk dikeluarkan dari tubuh yang dilakukan oleh plasma darah, karbon dioksida dikeluarkan melalui paru-paru, urea dikeluarkan melalui ginjal.
3.      Mengedarkan hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar buntu (endokrin) yang dilakukan oleh plasma darah.
4.      Mengangkut oksigen ke seluruh tubuh yang dilakukan oleh sel-sel darah merah.
5.      Membunuh kuman yang masuk ke dalam tubuh yang dilakukan oleh sel darah putih.
6.      Menutup luka yang dilakuakn oleh keping-keping darah.
7.       Menjaga kestabilan suhu tubuh.
Komponen-komponen  darah manusia :
a.       Plasma Darah.
Plasma darah atau cairan darah terdiri atas :
1)      90% air
2)      8% protein yang terdiri atas albumin, hormon, globulin, protombin dan fibrinogen
3)      0,9% mineral yang terdiri atas NaCl, natrium bikarbonat, garam kalsium, fosfor, magnesium dan besi.
4)      0,1% berupa sejumlah bahan organik , yaitu glukosa, lemak, urea, aasam urat, asam amino, enzim, dan antigen.
                        Protein yang larut dalam darah disebut protein darah. Protein darah yang penting antara lain, hormon, fibrinogen, albumin, dan globulin. Zat-zat tersebut sangat penting bagi tubuh :
1.      Hormon penting untuk kerja fisiologi alat tubuh.
2.      Fibrinogen penting untuk proses pembekuan darah.
3.      Albumin penting untuk menjaga tekanan osmotik darah.
4.      Globulin penting untuk membentuk zat kebal. Zat kebal ialah zat yang berfungsi untuk melawan benda-benda asing atau kuman yang masuk ke dalam tubuh.
                        Plasma darah yang tidak mengandung protein penggumpal darah (fibrinogen dan protrombin) disebut serum. Dalam serum terdapa antibodi, yaitu protein yang membantu melawan infeksi.
b.      Sel-sel Darah
                        Sel- sel darah adalah sel-sel yang hidup. Kebanyakan sel-sel darah tidak membelah, melainkan langsung digati oleh sel-sel baru dari sumsum tulang belakang. Ada 3 macam sel darah yaitu:
1.      Eritrosit (Sel Darah Merah)
                        Merupakan bagian utama dari sel darah. Ciri-ciri:
a)      Bentuk eritrosit  pipih
b)      Tidak berinti sehingga tidak memiliki DNA.
c)      Berbentuk bikonkaf, yaitu bentuk cngeku dengan bagian tengah agak gepeng. Bentuk ini berfungsi untuk mengoptimalkan pertukaran oksigen.
d)     Warna tergantung pada hemoglobin.
e)      Dibentuk oleh sumsum merah tulang pipih, akan tetapi saat masih dalam kandungan dibentuk di dalam hati dan limpa.
                        Sel darah merah mengandung banyak hemoglobin(Hb). Fungsi utama Hb adalah mengangkut oksigen dari paru-paru dan mengedarkannya ke seluruh jaringan tubuh. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa di paru-paaru terjadi reaksi sederhana antara Oksigen dengan Hb, sebagai berikut :
2Hb2 + 4O2                4HbO2
                        Oksihemoglobin (4HbO2) akan beredar ke seluruh sel-sel tubuh. Setelah sampai di sel-sel tubuh , terjadi reaksi pelepasan oksigen oleh Hb sebagai berikut:
4HbO2           2Hb2 + 4O2
                        Dalam keadaan normal, eritrosit bertahan selama 120 hari. Saat sel telah menua, membran sel rapuh dan pecah. Eritrosit tua dimusnahkan di organ limpa (lien) dan hati.Hemoglobin dicerna oleh sel-sel retikuloendotelium. Zat besi dilepas kembali ke dalam darah untuk kemudian diangkut kembali ke sumsum tulang dan hati. Hemoglobin  diubah menjadi pigmen Bilirubin (pigmen empedu) dan disekresi oleh hati ke dalam empedu. Zat tersebut berguna untuk emulsi lemak.Zat ini dikeluarkan oleh saluran empedu yang bermuara di usus. Zat besi yang bermuara di Hb tidak dikeluarkan , melainkan digunakan lagi untuk eritrosit baru.Penyumbatan saluran empedu dapat terjadi karena infeksi atau penyumbatan sel-sel hati, yang menyebabakan empedu beredar bersama aliran darah.Inilah yang menyebabkan terjadinya penyakit kuning.
2.      Leukosit (Sel Darah Putih)
                        Sel darah putih bentuknya tidak tetap. Sel darah putih sebagian dibuat di sumsumtulang (granulosit, monosit, dan limfosit), sebagian lagi dalam jaringan limfa (limfosit dan sel-sel plasma). Bahan –bahan yang dibutuhkan untuk membentuk leukosit adalah vitamin dan asam amino seperti sel-sel lainnya. ). Leukosit bergerak ameboid dn bersifat fagositik (memangsa). Jumlah sel pada orang dewasa berkisar antara 6000 – 9000 sel/cc darah.
                        Fungsi utama dari sel tersebut adalah untuk Fagosit (pemakan) bibit penyakit/ benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Maka jumlah sel tersebut bergantung dari bibitpenyakit/benda asing yang masuk tubuh. Peningkatan jumlah lekosit merupakan petunjuk adanya infeksi : misalnya radang paru-paru. Lekopeni, yaitu berkurangnya jumlah lekosit sampai di bawah 6000 sel/cc darah. Lekositosis, yaitu bertambahnya jumlah lekosit melebihi normal (di atas 9000 sel/cc darah).
                        Fungsi fagosit sel darah tersebut terkadang harus mencapai benda asing/kuman jauh di luar pembuluh darah. Kemampuan lekosit untuk menembus dinding pembuluh darah (kapiler) untuk mencapai daerah tertentu disebut Diapedesis. Gerakan lekosit mirip dengan amoeba (gerak Amuboid). Fungsi utama leukosit adalah untuk memberantas kuman-kuman penyakit dan membantu pertahanan tubuh terhadap infeksi yang masuk.
                         Jenis-jenis  Leukosit:
1.      Granulosit : Lekosit yang di dalam sitoplasmanya memiliki butir-butir kasar(granula).  Jenisnya adalah eosinofil, basofil dan netrofil.
2.      Agranulosit : Lekosit yang sitoplasmanya tidak memiliki granola. Jenisnya adalah limfosit dan monosit.
3.      Eosinofil   : Mengandung granola berwama merah (Warna Eosin) disebut jugaAsidofil. Berfungsi melawan reaksi besar terutama infeksi cacing dengan cara menghancurkan dinding luar ke tubuh cacing.
4.      Basofil      : Mengandung granula berwarna biru (Warna Basa) yaitu histamin. Berfungsi pada reaksi alergi atau melawan protein asing yang masuk.
5.      Neutrofil   : Ada dua jenis sel yaitu Netrofil Batang dan Netrofil Segmen. Disebut juga sebagai sel-sel PMN (Poly Morpho Nuclear). Berfungsi sebagai fagosit.
6.      Limfosit    : Ada dua jenis sel yaitu sel T dan sel B). Keduanya berfungsi untukmenyelenggarakan imunitas (kekebalan) tubuh.  Sel T4 : imunitas seluler. Sel B4 : imunitas humoral
7.      Monosit     : Merupakan lekosit dengan ukuran paling besar.
3.      Trombosit (Keping Darah)
                        Ciri-ciri keping darah atau trombosit :
1.      Bentuk keping darah tidak teratur (cakram).
2.      Tidak mempunyai inti.
3.      Diproduksi pada sumsum merah.
4.      Berperan penting pada proses pembekuan darah.
5.      Masa hidup keping darah 8-10 hari. Setelah itu, keping darah akan dibawa ke limpa untuk dihancurkan.
6.      Disebut pula sel darah pembeku. Jumlah sel pada orang dewasa sekitar 200.000 –500.000 sel/cc.
7.      Terdapat banyak sekali faktor pembeku (Hemostasis) antara lain adalah Faktor VIII (Anti Haemophilic Factor) : Jika seseorang secara genetis trombositnya tidak mengandung faktor tersebut, maka orang tersebut menderita Hemofilia.
8.      Pada masa embrio (janin) sel-sel darah dibuat di dalam Limpa dan Hati (extramedullary haemopoiesis). Setelah embrio sudah cukup usia, fungsi itu diambil alih oleh Sumsum Tulang.
                        Fungsi utamanya adalah sebagai sistem pertahanan, yaitu untuk mengaktifkan mekanisme penggumpalan darah (suatu proses di mana dinding pembuluh darah yang rusak ditutup oleh gumpalan fibrin agar pendarahan berhenti, dan membantu memperbaiki dinding pembuluh darah yang rusak).
c)      Mekanisme Penggumpalan Darah
                        Plasma darah mengandung protein-protein penggumpal darah, yaitu protrombin dan firinogen. Protrombin berupa senyawa globulin dan selalu dibentuk di hati dengan bantuan vitamin K. Fibrinogen adalah protein dalam plasma yang umumnya dibentuk di hati. Terjadi dalam 3 tahap, yaitu:
1.      Jaringan yang luka terpapar ke darah. Trombosit akan menempel ke kolagen jaringan dan mengeluarkan zat-zat yang membuat trombosit yang saling berdekatan saling menempel.
2.      Trombosit akan membentuk sumber yang memberikan perlindungan darurat sehingga tidak terjadi kehilangan darah. Sumber-sumber itu akan diperkuat benang-benang fibrin.
3.      Pembentukan benang-benang fibrin adalah sebagai berikut:
a)      Trombosit yang menyentuh permukaan yang kasar akan pecah dan mengeluarkan enzim Trombokinase (Tromboplastin). Faktor penggumpal darah dari trombosit (anti hemofili faktor) bercampur dengan faktor penggumpal darah dari plasma darah (tromboplastin, trombokinase, ion kalsium, dan vitamin K). Faktor-faktor penggumpal darah itu bersama-sama akan mengubah protrombin menjadi enzim trombin.
b)      Trombin akan mengktalisis perubahan fibrinogen menjadi benang-benang fibrin. Benang-benang fibrin saling menjalin dan membentuk sumbat yang kuat untuk membentuk luka.
Rounded Rectangle: TrombokinaseRounded Rectangle: Trombosit pecahProsesnya adalah sebagai berikut :
                                   mengeluarkan
 


Rounded Rectangle:  TrombinRounded Rectangle:  Protombin                                                          vitamin K
                                                            Ion Ca2+

Rounded Rectangle:  FibrinRounded Rectangle:  Fibrinogen                                                            Menjadi

Penjelasan skema :
     Pada saat terjadi luka, trombosit pecah mengeluarkan trombokinase atau tromboplastin. Trombokinase mengubah protombin menjadi trombin dengan dibantu oleh ion Ca2+ dan vitamin K.Kemudian trombin mengubah fibrinogen menjadi benang-benang fibrin.
d)     Penggolongan Darah
                        Golongan darah manusia dibedakan berdasarkan komposisi aglutinogen dan aglutininnya. Aglutinogen adalah antigen-antigen dalam eritrosit yang membuat sel peka terhadap aglutinasi (penggumpalan darah). Aglutinogen disebut zat spesifik golongan karena digunakan untuk menentukan golongan darah. Ada banyak aglutinogen yang menjadi dasar pengelompokan golongan darah. Misalnya aglutinogen A dan B menjadi dasar pengelompokkan gol. Darah sistem ABO dan aglutinogen Rhesus D menjadi dasar pengelompokkan untuk sist. Rhesus. Aglutinin adalah substasi yang menyebabkan aglutinasi sel, misalnya antibodi.
1)      Gol. Darah sistem ABO
                        Penentuan golongan darah dengan cara ABO (ABO System) pertama kali digolongkan oleh Karl Landsteiner (Austria, 1868-1947). Menurut sistem tersebut, darah dapat digolongkan kedalam 4 golongan besar yaitu A,B,AB, dan O. Pembagian ke-4 golongan darah tersebut berdasarkan ada tidaknya aglutinogen.
Aglutinogen    = antigen
aglutinin          = antibody
                        Jika aglutinogen dan aglutinin yang “sesuai” bercampur, maka akan terjadi penggumpalan darah atau Reaksi Aglutinasi.
                       Apabila pada sel darah merah seseorang tidak terdapat aglutinogen A/B, darah digolongkan O. Jika hanya terdapat aglutinogen A, darah digolongkan A. Jika terdapat aglutinogen B, darah digolongkan B; dan jika terdapat aglutinogen A dan B, darah digolongkan AB.
                        Jika dalam sel darah seseorang tidak terdapat aglutinogen A, maka dalam plasma akan terbentuk antibodi yag dikenal dengan aglutinin (anti-A) dan jika dalam sel darah merah tidak terdapat aglutinogen B, dalam plasma terbentuk antibodi yang dikenal sebagai aglutinin (anti-B). Berarti golongan darah AB memiliki aglutinogen tipe A dan tipe B serta tidak memiliki aglutinin sama sekali.
Untuk lebih jelasnya , perhatikan tabel di bawah ini :
Golongan
Aglutinogen/antigen
Aglutinin/antibodi
A
A
Anti-B
B
B
Anti-A
AB
A dan B
-
O
-
Anti -A dan Anti-B
Tabel. Gol. Darah dengan unsur aglutinogen dan aglutininnya.
                        Sebelum transfusi darah, terlebih dahulu dilakukan penentuan golongan darah antara resipien dan donornya, sehingga darah dapat dicari kesesuaiannya. Pengujian darah dilakukan dengan cara: Jika darah seseorang yang diuji dicampur dengan serum aglutinin A menggumpal, maka kemungkinan golongan darah orang tersebut adalah A atau AB. Jika darah tidak menggumpal, kemungkinan golongan darahnya B atau O. Apabila diuji dengan aglutinin B menggumpal, kemungkinan golongan darahnya B atau AB. Akan tetapi bila tidak menggumpal, maka kemungkinan golongan darah A atau O.
2)      Golongan darah sistem Rhesus
                        Didasarkan atas ada tidaknya aglutinogen Rhesus (Rh) yang disebut juga faktor Rhesus. Golongan darah A dibagi menjadi A (Rh+) atau A-, begitu juga dengan golongan darah yang lainnya. Sistem rhesus mengenal dua jenis golongan darah yaitu:
1.      Rhesus POSITIF
2.      Rhesus NEGATIF (diturunkan secara genetis, Rh+ dominan terhadap Rh-)
                        Seseorang yang memiliki faktor Rh dalam darahnya disebut bergolongan Rh+, sedangkan orang yang tidak memiliki faktor Rh dalam darahnya disebut bergolongan darah Rh-. Faktor Rh tidak begitu berpengaruh dalam transfusi darah, terjadi pada kasus tertentu dapat menyebabkan kematian bayi dalam kandungan.
                       Jika seorang ibu Rh- kawin dengan lelaki Rh+, maka anak dalam kandungannya mungkin Rh+. Saat dalam kadungan, sel darah merah Rh+ anaknya dapat keluar menembus plasenta ke sistem sirkulasi ibunya, yaitu saat plasenta rusak sebelum atau sesudah bayi dilahirkan. Hal itu menyebabkan si ibu memproduksi antibodi anti-Rh. Jika s ibu hamil lagi dan anaknya anaknya memiliki faktor Rh+, maka antibodi ati-Rh ibu akan masuk lewat plasenta dan merusak sel darah merah anak. Akibatnya, terjadi kerusakan sel darah merah pada anak kedua yang dapat menyebabkan kematian. Keadaan seperti ini disebut eritroblastosis fetalis(penyakit kuning) /  kelainan pada bayi di mana telah terjadi ketidaksesuaian faktor rhesus (bayi Rh+ dan ibu Rh-). Penyakitkuning ini disebabkan sel-sel darah bayi yang mati oleh aglutinin yag bersal dari ibunya. Pertolongan yang dapat diberikan ialah mengganti darah bayi seluruhnya/transfusi Eksanguinasi (Exchange Transfussion).
e)      Transfusi Darah
                        Pada transfusi darah, orang yang mendapat darah disebut resipien dan pemberi darah disebut donor.
                        Donor Universal merupakan golongan darah yang dapat memberikan darahnya pada semua jenis golongan darah yang lain, yaitu Golongan Darah O. Karena sel-sel gol. Darah O tidak mengandung kedua aglutinogen sehingga sejumlah kecil dari darah ini dapat ditransfusikan ke hampir setiap resipien tanpa terjadi reaksi aglutinasi dengan cepat.Namun, harus diperhatikan juga , walaupun golongan darah O dapat memberikan darahnya ke semua golongan darah.Alangkah lebih baiknya kalau orang yang memberikan darah memiliki golongan darah yang sama dengan si penderita untuk menjaga keselamatan dan mencegah terjadinya kefatalan.
                        Resipien Universal merupakan  golongan darah yang dapat menerima darah dari semua jcnis golongan darah yang lain, yaitu Golongan Darah AB. Akan tetapi, transfusi darah sebaiknya dilakukan antargolongan darah yang sama. Skema transfusi darah
Golongan darah resipien
Golongan darah donor
A
B
AB
O
A
-
O
O
-
B
O
-
O
-
AB
-
-
-
-
O
O
O
O
-
O           : terjadi penggumpalan
-             : tidak terjadi penggumpalan
                        Sel darah yang diberikan kepada resipien adalah senyawa protein. Jika tidak sesuai, berarti sel darah tersebut bersifat sebagai antigen sehingga sel darah akan digumpalka (aglutinasi).
                        Pada umumnya, transfusi dilakukan pada orang dalam kondisi berikut: 
1.      Orang yang mengalami kecelakaan atau luka-luka.
2.      Tubuh yang terbakar.
3.      Waktu tubuh kehilangan darah, misalnya operasi.
4.      Orang yang kekurangan darah akut.
5.      Orang yang mengidap penyakit kronis.
                        Pada setiap transfusi, darah yang diambil dimasukkan ke dalam botol terlebih dahulu, kemudian diberi larutan natrium sitrat 2,5% untuk mencegah penggumpalan lalu disimpan di tempat bersuhu di bawah 0 0C.
B.     Pembuluh Darah
                        Ada 3 macam pembuluh darah yaitu: arteri, vena, dan kapiler (yang merupakan pembuluh darah halus).Pada saat jantung berkontraksi (sistol), darah akan keluar dari bilik menuju pembuluh nadi (arteri) pembuluh nadi adalah pembuluh yang membawa darah dari jantung dan umumnya mengandung banyak oksigen.
1.      Pembuluh Nadi
                        Pembuluh nadi adalah pembuluh yang mengalirkan darah keluar jantung. Karakteristik Pembuluh Nadi:
a.       Tempat Agak ke dalam
b.      Dinding Pembuluh Tebal, kuat,  dan elastis
c.       Aliran darah Berasal dari jantung
d.      Denyut terasa
e.       Katup Hanya disatu tempat dekat jantung yaitu  (valvula semilunaris )
f.       Bila ada luka Darah memancar keluar
g.      Secara anatomi, pembuluh nadi tersusun atas tiga lapis jaringan yaitu jaringan ikat, otot polos dan jaringan endotelium )
            Berdasarkan ukurannya, pembuluh nadi dibedakan sebagai berikut:
a)      Pembuluh nadi besar ( aorta )
                        Aorta adalah pembuluh yang dilewati darah dari bilik kiri jantung menuju ke seluruh tubuh. Aorta bercabang – cabang, makin lama makin kecil dan disebut pembuluh nadi ( arteri ). Arteri bercabang-cabang lagi makin kecil disebut arteriola. Arteriola bercabang halus di seluruh tubuh dan disebut kapiler.
                        Kapiler sangat halus dan tersusun oleh satu lapis jaringan endotelium. Kapiler dapat masuk melalui sel-sel tubuh. Disinilah terjadi pertukaran gas, air dan garam mineral ataupun larutan bahan organik dan kapiler darah. Dengan sel-sel tubuh. Kapiler - kapiler akan saling bertautan dan berhubungan dengan kapiler vena yang dinamakan venula. Darah yang telah beredar dari seluruh tubuh melewati venula dan menuju vena yang lebih besar, kemudian akhirnya menuju vena kana( pembuluh balik tubuh ) dan kembali ke jantung.
b)      Pembuluh nadi paru – paru ( arteri pulmonalis )
                        Pembuluh nadi paru – paru adalah pembuluh yang dilewati darah dari bilik kanan menuju pau-paru ( pulmo ). Pembuluh ini banyak mengandung karbondioksida yang akan dilepaskan ke paru-paru yaitu di alveolus darah melepas karbon dioksida dan mengikat oksigen. Dari kapiler di paru – paru, darah akan menuju ke venula, kemudian ke vena pulmonalis dan kembali ke jantung.
2.      Pembuluh Kapiler
                        Pembuluh kapiler ( pembuluh rambut )merupakan pembuluh paling halus yang terdiri atas satu lapis sel. Pembuluh ini menghubungkan pembuluh nadi dan pembuluh balik. Pembuluh ini yang berhubungan dengan sel-sel tubuh, untuk mentranspor zat makanan dan oksigen.
3.      Pembuluh balik ( vena )
                        Pembuluh balik adalah pembuluh yang membawa darah kembali ke jantung, yang umumnya mengandung karbon dioksida. Karakteristik Pembuluh Vena:
a.       Dinding pembuluh tipis, tidak elastis
b.      Dekat dengan permukaan tubuh (tipis kebiru-biruan).
c.       Aliran darah Menuju jantung.
d.      Denyut tidak terasa
e.       Katup disepanjang pembuluh
f.       Bila ada luka darah tidak memancar
g.      Pembuluh disusun oleh tiga lapisan
h.      Tekanan pembuluh balik lebih lemah dibandingkan dengan tekanan pembuluh nadi
                        Saat berelaksasi ( diastol ), darah dari tubuh dan paru-paru akan masuk ke jantung melalui vena. Pembuluh balik ini merupakan tempat masuknya darah ke jantung. Vena diselubungi oleh otot rangka dan memiliki sebuah katub , yaitu valvula semilunaris. Pembuluh balik yang masuk ke jantung adalah sebagai berikut:
1.      Vena Kafa
                        Vena kafa bercabang-cabang menjadi pembuluh yang lebih kecil, yaitu vena. Vena bercabang-cabang lagi menjadi kapiler vena yang disebut venula. Venula berada di dalam sel-sel tubuh dan berhubungan dengan kapiler arteri. Ada dua macam vena kava, yaitu vena kava superior dan vena kava inferior.
a.       Vena kafa superior                                                                              
                        Vena ini membawa darah yang mengandung karbon dioksida dari bagian atas tubuh (kepala, leher, dan anggota badan atas) ke serambi  jantung.



b.      Vena kafa inferior
                        Vena ini membawa darah yang mengandung karbon dioksida dari bagian tubuh lainnya dan anggota badan bawah tubuh ke serambi kanan jantung.
2.      Vena pulmonalis
                        Vena ini membawa darah yang mengandung 02 dari paru-paru ke serambi kiri jantung.
C.    Jantung
                        Jantung manusia terletak di rongga dada sebelah kiri, di atas diafragma. Jantung manusia mempunyai empat ruang yang terbagi sempurna dan terletak di dalam rongga dada serta terbungkus oleh selaput pembungkus jantung atau perikardia. Perikardia terdiri dari dua lapis, yakni lamina pariestalis ( sebelah luar ) dan lamina viseralis ( menempel di dinding jantung . Diantara keda lapis ini terdapat kavum perikardia yang berisi carian perikardia.
                        Jantung terdiri dari empat ruang, yakni dua serambi ( atrium ) dan dua bilik ( ventrikel ). Pada dasarnya, fungsi serambi adalah sebagai tempat lewatnya darah dari luar jantung ke bilik. Akan tetapi, serambi juga dapat berfungsi sebagai pompa yang lemah sehingga membantu aliran darah dari serambi ke bilik. Bilik memberi tenaga yang mendorong darah ke paru-paru dan sistem sirkulasi tubuh.
                        Jantung dibentuk terutama oleh tiga jenis otot jantung (miokardia) yaitu otot serambi, otot bilik, serta serabut otot perangsang dan penghantar khusus. Pada sekat antara kedua serambi terdapat simpul saraf yang merupakan simpul saraf tak sadar. Simpul saraf ini bercabang-cabang ke otot serambi jantung kemudian keluar sebagai suatu berkas yang disebut berkas His. Berkas ini menuju sekat di antara kedua bilik dan akhirnya bercabang-cabang ke seluruh bilik. Selain itu, jantung dipengaruhi juga oleh saraf simpatetik dan parasimpatetik (nervus vagus). Rangsangan saraf parasimpatetik menurunkan frekuensi denyut jatung, sedangkan rangsangan saraf simpatetik meningkatkan frekuensi denyut jantung. Otot bilik jantung lebih tebal daripada otot bagian serambi dan bagian sebelah kiri lebih tebal daripada bagian kanan.
                        Diantara serambi dan bilik jantung terdapat katup atrioventrikuler (valvula bikuspadalis) yang berfungsi mencegah aliran darah dari bilik ke serambi selama sistol. Katup semilunaris (katup aorta dan pulmonalis) mencegah aliran balik dari aorta dan arteri pulmonalis ke bilik selam diastol.
Cara Kerja Jantung :
                        Pada saat berdenyut, setiap ruang jantung mengendur dan terisi darah (disebut diastol). Selanjutnya jantung berkontraksi dan memompa darah keluar dari ruang jantung (disebut sistol). Kedua serambi mengendur dan berkontraksi secara bersamaan, dan kedua bilik juga mengendur dan berkontraksi secara bersamaan.
                        Darah yang kehabisan oksigen dan mengandung banyak karbondioksida (darah kotor) dari seluruh tubuh mengalir melalui dua vena berbesar (vena kava) menuju ke dalam ventrikel kanan. Setelah atrium kanan terisi darah, dia akan mendorong darah ke dalam ventrikel kanan.
                        Darah dari ventrikel kanan akan dipompa melalui katup pulmoner ke dalam arteri pulmonalis, menuju ke paru-paru. Darah akan mengalir melalui pembuluh yang sangat kecil (kapiler) yang mengelilingi kantong udara di paru-paru, menyerap oksigen dan melepaskan karbondioksida selanjutnya dialirkan.
                        Darah yang kaya akan oksigen mengalir di dalam vena pulmonalis menuju ke atrium kiri. Peredaran darah di antara bagian kanan jantung, paru-paru dan atrium kiri disebut sirkulasi pulmoner.
                        Darah dalam atrium kiri akan didorong menuju ventrikel kiri, yang selanjutnya akan memompa darah bersih ini melewati katup aorta masuk ke dalam aorta (arteri terbesar dalam tubuh). Darah kaya oksigen ini disediakan untuk seluruh tubuh, kecuali paru-paru.
2.      SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA
            Peredaran darah manusia merupakan peredaran darah tertutup karena darah yang dialirkan dari dan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah dan darah mengalir melewati jantung sebanyak dua kali sehingga disebut sebagai peredaran darah ganda  yang terdiri dari :
a.       Peredaran darah panjang/besar/sistemik
                        Peredaran darah besar adalah peredaran darah yang mengalirkan darah yang kaya oksigen dari bilik (ventrikel) kiri jantung lalu diedarkan ke seluruh jaringan tubuh. Oksigen bertukar dengan karbondioksida di jaringan tubuh. Lalu darah yang kaya karbondioksida dibawa melalui vena menuju serambi kanan (atrium) jantung.
            Skema proses peredaran darah besar:


 


b.      Peredaran darah pendek/kecil/pulmonal
                        Peredaran kecil adalah peredaran darah yang mengalirkan darah dari jantung ke paru-paru dan kembali ke jantung.
Skema proses peredaran darah kecil:


 


            Darah yang kaya karbondioksida dari bilik kanan dialirkan ke paru-paru melalui arteri pulmonalis, di alveolus paru-paru darah tersebut bertukar dengan darah yang kaya akan oksigen yang selanjutnya akan dialirkan ke serambi kiri jantung melalui venapulmonalis.
            Proses peredaran darah dipengaruhi juga oleh kecepatan darah, luas penampang pembuluh darah, tekanan darah dan kerja otot yang terdapat pada jantung dan pembuluh darah.
            Pada kapiler terdapat spingter prakapiler mengatur aliran darah ke kapiler :
1)      Bila spingter prakapiler berelaksasi maka kapiler-kapiler yang bercabang dari pembuluh darah utama membuka dan darah mengalir ke kapiler.
2)      Bila spingter prakapiler berkontraksi, kapiler akan tertutup dan aliran darah yang melalui kapiler tersebut akan berkurang.
            Pada vena bila otot berkontraksi maka vena akan terperas dan kelepak yang terdapat pada jaringan akan bertindak sebagai katup satu arah yang menjaga agar darah mengalir hanya menuju jantung.
3.      KELAINAN DAN GANGGUAN PADA SISTEM PEREDARAN DARAH
            Kelainan atau penyakit pada sistem peredaran darah antara lain:
1)      Arteriosklerosis yaitu pengerasan pembuluh nadi karena endapan lemak   berbentuk plak (kerak) yaitu jaringan ikat berserat dan sel-sel otot polos yang di infiltrasi oleh lipid (lemak).
2)      Anemia yaitu rendahnya kadar hemoglobin dalam darah atau berkurangnya jumlah eritrosit dalam darah.
3)      Varises yaitu pelebaran pembuluh darah di betis.
4)      Hemeroid (ambeien) pelebaran pembuluh darah di sekitar dubur.
5)      Ambolus yaitu tersumbatnya pembuluh darah karena benda yang bergerak.
6)      Trombus yaitu tersumbatnya pembuluh darah karena benda yang tidak bergerak.
7)      Hemofilia yaitu kelainan darah yang menyebabkan darah sukar membeku (diturunkan secara hereditas).
8)      Leukemia (kanker darah ) yaitu peningkatan jumlah eritrosit secara tidak terkendali.
9)      Erithroblastosis fetalis yaitu rusaknya eritrosit bayi/janin akibat aglutinasi dari antibodi yang berasal dari ibu.
10)  Thalasemia yaitu anemia yang diakibatkan oleh rusaknya gen pembentuk hemoglobin yang bersifat menurun.
11)  Hipertensi yaitu tekanan darah tinggi akibat arteriosclerosis.
12)  Penyakit jantung koroner (PJK ) yaitu penyempitan arterikoronaria yang mengangkut oksigen ke jantung.

4.      TEKNOLOGI PADA SISTEM PEREDARAN DARAH
1)      Ekokardiograf  ( echocardiography ECG )
               ECG merupakan suatu tekhnik untuk mengetahui struktur internal dan gerakan jantung serta pembuluh darah yang besar tanpa memasukkan alat ke dalam tubuh pasien. Caranya, gelombang ultrasonik diarahkan ke dada pasien menggunakan transduser. Kemudian, transduser betindak sebagai penerima pantulan balik gelombang ultrasonik ( echo ) untuk membntuk bayangan.  Gambaran yang dibentuk oleh pantulan dipindahkan ke layar, yang dapat menampilkan gambaran bagian dalam jantung, ukuran dan gerakan dinding ventrikel, anatomi dan gerakan katup, arah aliran darah, dan tumor di jantung. Ekokardiografi berguna untuk mendiagnosis penyakit dan gangguan pada katup jantung, penyakit jantung bawaan, gagal jantung, tumor di jantung dan gangguan fungsi ventrikel kiri.
2)      Pemindaian dengan bahan radioaktif
               Cara ini merupakan cara yang aman untuk mendeteksi penyakit jantung. Pada dasarnya metode ini dilakukan untuk mengetahui aliran darah di arteri jantung dan untuk mengetahui fungsi ventrikel. Pasien disuntik dengan bahan radioaktif yang tidak berbahaya. Kemudian, pasien berbaring dan di bagian jantung di periksa dengan detektor sinar gamma. Detektor akan merekam gambar jantung dan dari rekaman tersebut dapat dibuat foto palaroidnya. Satu-satunya ketidaknyamanan adalah saat pasien disuntik menggunakan jarum suntik. Metode ini hampir tidak menimbulkan komplikasi metude ini digunakan untuk memeriksa rasa nyeri dada atau memastikan hasil uji dari penggunaan metode lain dan memeriksa hasil terapi jantung atau operasi bypass.
3)      Angioplastia
               cara ini dilakukan untuk membuka aliran darah pada pembuluh darah yang tersumbat oleh plak (timbunan lemak ). Caranya, balon yang masih kempis diletakkan pada tabung kecil panjang ( kateter ), kemudian dimasukkan ke dalam bagian arteri yang tersumbat. Setelah letaknya tepat, balon digelembungkan. Saat balon membesar, plak akan terdorong keluar, arteri melebar, dan aliran darah kembali lancar.
4)      Operasi bypass jantung
               Operasi bypass sering dilakukan terhadap pasien yang menderita penyumbatanpembuluh darah arteri jantung. Pada operasi bypass, dilakukan pencangkokan pembuluh darah baru dari aorta menuju ke jantung. Untuk itu diperlukan vena dari bagian tubuh lain untuk menggantikan jalur arteri jantung yang tersumbat.




BAB III
PENUTUP
A.    Simpulan
                                  Komponen-komponen sistem peredaran darah manusia terdiri atas darah, pembuluh darah,serta jantung. Dan darah manusia terdiri dari plasma darah dan sel-sel darah, yaitu sel darah merah  (eritrosit), sel darah putih (leukosit) dan keping darah, (trombosit).
                  Kandungan didalam sel darah merah terdapat pigmen protein pengikat oksigen dan karbondioksida, yaitu hemoglobin. Sel darah putih terdiri dari loukesit gronulosit (Netrofil, eosinofil, basofil) dan leukosit agranulosit (monosit, limfosit). Trombosit berfungsi membekukan darah. Didalam serum terdapat antibodi (kekebalan).
                 Pembuluh darah meliputi pembuluh nadi dan pembuluh balik. Perbedaan darah manusia tergolong peredaran tertutup dan ganda.
           


























DAFTAR PUSTAKA
Kimball, j.w.1988. Biologi. Edisi kelima.jakarta:Erlangga.
Wigahati Hadi Omegawati.Biologi. 2010. PT.intan. pariwara



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cerita Motivasi Kisah Pribadi

Perjuangan Seorang “Kuli Bangunan untuk Kuliah” Berdasarkan kisah nyata pribadi Oleh : Abdul Aziz Saya tidak pernah menyangka sa...